Model – model E- business dapat dikategorikan menjadi Sembilan Model bisnis yaitu :
1.Virtual Storefront, yang menjual produk fisik atau jasa secara online, sedangkan pengirimannya menggunakan sarana – sarana tradisional. seperti jasa posdan kurir.
Contoh:
• Amazon.com
• Virtual vineyards
• Security first
• Network bank
2.Marketplace Concentrator, yaitu yang memusatkan mengenai informasi produk dan jasa dari beberapa produsen pada satu titik sentral. Pembeli dapat mencari, membanding – bandingkan dan kadangkala juga melakukan transaksi pembelian.
Contoh:
• Internet mall
• DealerNet
• Industrial marketplace
• Insuremarket
3.Information Brokerme, yaitu menyediakan informasi mengenai produk, harga dan ketersediaannya dan terkadang menyediakan fasilitas transaksi. Namun nilai utamanya adalah informasi yang disediakan.
Contoh:
• Partnet
• Travelocity
• Auto by Tei
4.Transaction Broker, yaitu pembeli dapat mengamati berbagai tarif dan syarat pembelian, namun aktifitas bisnis utamanya adalah memfasilitasi transaksi.
Contoh:
• Etrade
• Ameritrade
5.Electronic Clearinghouses, yaitu menyediakan suasana seperti tempat lelang produk, dimana harga dan ketersediaan selalu berubah tergantung pada reaksi konsumen.
Contoh:
• Bid.com
• Onsile
6.Reverse auction, yaitu konsumen mengajukan tawaran kepada berbagai penjual untuk membeli barang atau jasa dengan harga yang disfesifikasi oleh pembeli.
7.Digital Product Delivery, yaitu menjual dan mengirim perangkat lunak, multimedia, dan produk digital lainnya lewat internet.
8.Content Provider, yaitu yang memperoleh pendapatan melalui penyediaan kontan, pendapatan dapat dihasilkan dari biaya langganan atau biaya akses.
9.Online Service Provider, yaitu menyediakan layanan dan dukungan bagi para pemakai perangkat lunak dan perangkat keras
Contoh:
• Telkomnet speedy
• Indosat m2
Pengaruh-Pengaruh E-Business Atas Proses Bisnis
- Pembeli dan Inbound Logistic. Internet dapat meningkatkan aktifitas pembeli dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga.
- Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasikan, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total diseluruh dunia atas berbagai produk.
- Operasi internal, sumber daya manusia, dan infrastuktur. Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke informasi juga dapat secara signifikan meningkatkan perencanaan. Pada sumber daya manusia, aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas dalam aktifitas utama.
- Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang ditanggungnya.
- Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan dapat menciptakan katalog elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon, surat-menyurat atau pengiriman faks.
- Pelayanan dan dukungan Purnajual. E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan.
Faktor-faktor keberhasilan E-Bussiness
Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business :
Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.
Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu : Validitas, Integritas, dan Privasi.
Infrastruktur E-bisnis
Infrastruktur e-bisnis adalah arsitektur yang terdiri atas hardware, software, conten, dan data yang digunakan untuk mengantarkan pelayanan e-bisnis kepada pegawai, pelanggan, dan partner.
Infrasturktur e-bisnis ini mereferensi pada kombinasi hardware seperti server dan client pada sebuah organisasi, juga membutuhkan jaringan dalam menghubungkan hardware dan aplikasi software yang digunakan dalam mengantarkan layanan e-bisnis kepada pegawai, pelanggan, dan partner.
Komponen yang terdapat dalam infrastruktur e-bisnis
Komponen dalam infrastruktur e-bisnis dapat digambarkan dengan layer yang berbeda. Layer-layer ini dapat mudah dimengerti oleh user dari sistem e-bisnis.
Kampas (2000) menjelaskan sebuah alternatif dari lima level model infrastruktur yang dia representasikan sebagai the information system function chain yaitu :
1. Storage/Physical , mencakup memory dan hardware berupa disk komponen. Dapat dilihat pada komponen keempat di gambar.
2. Processing, mencakup komputasi dan proses logic yang dilakukan oleh prosesor. Dapat dilihat pada komponen pertama dan kedua di gambar.
3. Infrastructure, mencakup interface eksternal, jaringan, dan user yang mereferensi kepada extrastructure. Dapat dilihat pada komponen tiga di gambar.
4. Application/content, mencakup proses data pada aplikasi hinggan terbentuk informasi. Dapat dilihat pada komponen lima di gambar.
5. Intelligence, mencakup penambahan proses logic yang mentransformasi informasi kedalam pengetahuan. Dapat dilihat pada komponen satu di gambar.
Dalam infrastruktur e-bisnis kita perlu mengetahui kunci manajemennya, berikut gambar yang menjelaskan kunci apa saja yang kita butuhkan :
Dalam infrastruktur e-bisnis berikut hardware dan software yang dibutuhkan :
1. Internet seperti sistem client dan server
2. Hosting websites
3. Intranet dan extranet
4. Teknologi web seeprti web browser dan Web server
5. Internet-access software application seperti blog dan blogging, emall
6. E-mail
7. Feeds
8. IPTV (Internet TV)
9. VoIP (Voice over IP)
Perusahaan yang memberikan layanan e-bisnis kepada pegawai dan partner melalui web server dikatakan sebagai third party companies. Dalam pemberian layanan e-bisnis ini diperlukan manajemen internal maupun eksternal yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, juga perlu adanya monitoring yang berkelanjutan arisitekturnya.
Sumber:
https://www.kompasiana.com/casadeperro/55011a0da333115372512db8/model-e-business (diakses pada 22 maret 2020)
http://stefanushery15.blogspot.com/2015/11/pengaruh-pengaruh-e-business-atas.html (diakses pada 22 maret 2020)
https://1t4juwita.wordpress.com/2010/10/13/faktor-faktor-keberhasilan-e-business/ (diakses pada 22 maret 2020)
https://ayucahyanif.student.telkomuniversity.ac.id/infrastruktur-e-bisnis/ (diakses pada 22 maret 2020)
Rabu, 25 Maret 2020
PROSES BISNIS (tugas softskill semester 6)
Data dan Informasi
Informasi tidak hanya sekedar produk sampingan, namun sebagai bahan yang menjadi faktor utama yang menentukan kesuksesan atau kegagalan, oleh karena itu informasi harus dikelola dengan baik. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna, lebih berarti dan bermanfaat bagi penggunanya.Sebelum menjadi informasi, data yang berkualitas, kemudian diolah melalui suatu model untuk menghasilkan informasi. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi).
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, ribuan bahkan jutaan laporan, makalah, artikel majalah, buku yang dihasilkan ilmuwan tersedia di Perpustakaan, Pusat Informasi dan Dokumentasi (Pusdokinfo) bahkan di Internet dapat digunakan untuk memberikan layanan informasi kepada pengguna. Terjadinya banjir informasi, menyebabkan pengguna kesulitan untuk memilih dan mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, pengguna menuntut layanan informasi yang berkualitas.
Informasi
Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu akurat, tepat waktu, relevan dan ekonomis, yaitu:
a. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi pengguna yang menerima dan memanfaatkan informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat jika mengandung komponen:
§ Completeness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi tidak lengkap akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
§ Correctness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
§ Security, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.
b. Tepat waktu
Informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai nilai yang baik bagi pengguna tertentu, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkannya, mengolah dan mengirimkannya.
c. Relevan
Informasi harus mempunyai relevansi atau manfaat bagi si pengguna. Relevansi informasi untuk satu pengguna tertentu dengan yang lainnya berbeda.
d. Ekonomis
Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Perilaku Informasi
Perilaku informasi (information behavior) merupakan keseluruhan perilaku manusia yang berkaitan dengan sumber dan saluran informasi. Perilaku penemuan informasi(information seeking behavior) merupakan upaya untuk menemukan informasi dengan tujuan tertentu sebagai akibat dari adanya kebutuhan untuk memenuhi tujuan tertentu. Perilaku pencarian informasi (information searching behavior) merupakan perilaku di tingkat mikro, berupa perilaku mencari yang ditunjukkan seseorang ketika berinteraksi dengan sistem informasi. Perilaku pengguna informasi(information user behavior) terdiri dari tindakan-tindakan fisik maupun mental yang dilakukan seseorang ketika menggabungkan informasi yang ditemukannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
PENGGUNA INFORMASI
Pengguna informasi adalah pihak yang menerima atau menggunakan informasi. Pengguna informasi dapat menentukan kualitas seperti apa, menyampaikan apa dan bagaimana kebutuhan informasi mereka. Penyedia informasi harus bekerja dengan pengguna untuk menentukan kebutuhan mereka, dan bekerjasama dengan sumber informasi lain. Pengguna merupakan prioritas utama, kelangsungan hidup sistem informasi. Kebutuhan informasi bagi pengguna perlu diidentifilasi dalam rangka memuaskan pengguna. Mutu dan kualitas mutu untuk menjamin kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna akan berimplikasi kepada perbaikan terus menerus sehingga kualitas harus diperbaharui setiap saat agar pengguna tetap puas.
1. Kebutuhan Informasi
Pengguna membutuhkan informasi yang akurat, relevan, ekonomis cepat, tepat, serta mudah mendapatkannya. Pada saat ini pengguna dihadapkan kepada beberapa permasalahan, seperti banjir informasi, informasi yang disajikan tidak sesuai, kandungan informasi yang diberikan kurang tepat, jenis informasi kurang relevan, bahkan ada juga informasi yang tersedia namun tidak dapat dipercaya. Permasalahan tersebut menjadi sebuah tantangan bagi penyedia informasi.
2. Kepuasan Pengguna
Kepuasan merupakan respons pengguna terhadap evaluasi ketidak- sesuaian yang dirasakan antara harapan sebelumnya dengan informasi yang dirasakan setelah pemakaiannya. Kepuasan pengguna sebagai tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman pengguna dari imformasi yang dipakainya. Kepuasan pengguna merupakan evaluasi pengguna dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapannya.
Kepuasan pengguna dapat di ukur dengan berbagai macam metode dan tekhnik. Menurut Kotler (1994) metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran kepuasan pengguna, diantaranya:
Menangkap Keluhan dan Saran
Sumber informasi memberi kesempatan seluas luasnya kepada pengguna untuk menyampaikan sasran dan keluhan. Misalnya dengan menyediakan kotak saran, kartu komentar, customer hot lines, dan sebagainya. Informasi yang diberikan dapat dijadikan bahan sumber informasi dan memungkinkannya untuk bereaksi secara tanggap dan cepat untuk mengatasi masalah-masalah disampaikan.
Survei Kepuasan pengguna
Penelitian atau survei tentang kepuasan pengguna perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana reaksi atau tanggapan langsung para pengguna terhadap produk/jasa yang disediakan. Penelitian mengenai kepuasan pengguna umumnya dilakukan dengan penelitian survei, baik melalui pos, telepon, maupun wawancara langsung.
Siklus pemrosesan data (data processing cycle) terdiri dari empat langkah, yaitu: input data, penyimpanan data, pemrosesan data, dan output informasi. Pemicu input data biasanya adalah pelaksanaan beberapa aktivitas bisnis. Data tentang tiga sisi tiap aktivitas bisnis yang harus dikumpulkan adalah:
Tiap kegiatan yaing menjadi perhatian
Sumber daya-sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan
Para pelaku yang terlibat di dalam setiap kegiatan
Sebagai contoh, setiap perusahaan akan merasa perlu untuk mengumpulkan data berikut mengenai transaksi penjualan:
Tanggal penjualan
Waktu terjadinya penjualan
Karyawan yang melakukan penjualan
Staf administrasi penjualan yang memproses penjualan tersebut
Kasir tempat penjualan, jumlah penjualan, serta barang yang dijual
Jumlah tiap barang yang dijual
Harga aktual setiap barang yang dijual
Harga yang terdaftar dari tiap barang yang dijual
Diperlukan informasi tambahan untuk penjualan secara kredit, seperti: instruksi khusus pengiriman, alamat penagihan dan pengiriman pelanggan, serta nama pelanggan.
Setiap siklus transaksi secara khusus akan memproses banyak sekali kegiatan secara individual. Akan tetapi, sebagian besar dapat secara relatif dikategorikan ke dalam jenis tertentu yang lebih kecil. Sebagai contoh, di toko retail, umumnya transaksi individual diproses dalam siklus pendapatan (revenue cycle) baik tentang penjualan barang atau jasa ke pelanggan, atau tentang penerimaan tunai dari para pelanggan sebagai pembayaran penjualan tersebut.
Pentingnya pengendalian internal
Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan. Pengendalian intern dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.
Sumber:
http://herbowowisnu.blogspot.com/2011/10/kebutuhan-informasi-dalam-kegiatan.html (diakses pada 22 maret 2020)
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/10/07/fungsi-1-sia-pemrosesan-transaksi-dokumen-dan-prosedur/ (diakses pada 22 maret 2020)
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/10/07/fungsi-kedua-sia-menyediakan-informasi-untuk-pengambilan-keputusan/ (diakses pada 22 maret 2020)
https://www.kompasiana.com/juliansyafikri/565e35e6727a614e048b4575/mempertimbangkan-pengendalian-internal (diakses pada 22 maret 2020)
Informasi tidak hanya sekedar produk sampingan, namun sebagai bahan yang menjadi faktor utama yang menentukan kesuksesan atau kegagalan, oleh karena itu informasi harus dikelola dengan baik. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna, lebih berarti dan bermanfaat bagi penggunanya.Sebelum menjadi informasi, data yang berkualitas, kemudian diolah melalui suatu model untuk menghasilkan informasi. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi).
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, ribuan bahkan jutaan laporan, makalah, artikel majalah, buku yang dihasilkan ilmuwan tersedia di Perpustakaan, Pusat Informasi dan Dokumentasi (Pusdokinfo) bahkan di Internet dapat digunakan untuk memberikan layanan informasi kepada pengguna. Terjadinya banjir informasi, menyebabkan pengguna kesulitan untuk memilih dan mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, pengguna menuntut layanan informasi yang berkualitas.
Informasi
Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu akurat, tepat waktu, relevan dan ekonomis, yaitu:
a. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi pengguna yang menerima dan memanfaatkan informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat jika mengandung komponen:
§ Completeness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi tidak lengkap akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
§ Correctness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
§ Security, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.
b. Tepat waktu
Informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai nilai yang baik bagi pengguna tertentu, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkannya, mengolah dan mengirimkannya.
c. Relevan
Informasi harus mempunyai relevansi atau manfaat bagi si pengguna. Relevansi informasi untuk satu pengguna tertentu dengan yang lainnya berbeda.
d. Ekonomis
Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Perilaku Informasi
Perilaku informasi (information behavior) merupakan keseluruhan perilaku manusia yang berkaitan dengan sumber dan saluran informasi. Perilaku penemuan informasi(information seeking behavior) merupakan upaya untuk menemukan informasi dengan tujuan tertentu sebagai akibat dari adanya kebutuhan untuk memenuhi tujuan tertentu. Perilaku pencarian informasi (information searching behavior) merupakan perilaku di tingkat mikro, berupa perilaku mencari yang ditunjukkan seseorang ketika berinteraksi dengan sistem informasi. Perilaku pengguna informasi(information user behavior) terdiri dari tindakan-tindakan fisik maupun mental yang dilakukan seseorang ketika menggabungkan informasi yang ditemukannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
PENGGUNA INFORMASI
Pengguna informasi adalah pihak yang menerima atau menggunakan informasi. Pengguna informasi dapat menentukan kualitas seperti apa, menyampaikan apa dan bagaimana kebutuhan informasi mereka. Penyedia informasi harus bekerja dengan pengguna untuk menentukan kebutuhan mereka, dan bekerjasama dengan sumber informasi lain. Pengguna merupakan prioritas utama, kelangsungan hidup sistem informasi. Kebutuhan informasi bagi pengguna perlu diidentifilasi dalam rangka memuaskan pengguna. Mutu dan kualitas mutu untuk menjamin kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna akan berimplikasi kepada perbaikan terus menerus sehingga kualitas harus diperbaharui setiap saat agar pengguna tetap puas.
1. Kebutuhan Informasi
Pengguna membutuhkan informasi yang akurat, relevan, ekonomis cepat, tepat, serta mudah mendapatkannya. Pada saat ini pengguna dihadapkan kepada beberapa permasalahan, seperti banjir informasi, informasi yang disajikan tidak sesuai, kandungan informasi yang diberikan kurang tepat, jenis informasi kurang relevan, bahkan ada juga informasi yang tersedia namun tidak dapat dipercaya. Permasalahan tersebut menjadi sebuah tantangan bagi penyedia informasi.
2. Kepuasan Pengguna
Kepuasan merupakan respons pengguna terhadap evaluasi ketidak- sesuaian yang dirasakan antara harapan sebelumnya dengan informasi yang dirasakan setelah pemakaiannya. Kepuasan pengguna sebagai tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman pengguna dari imformasi yang dipakainya. Kepuasan pengguna merupakan evaluasi pengguna dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapannya.
Kepuasan pengguna dapat di ukur dengan berbagai macam metode dan tekhnik. Menurut Kotler (1994) metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran kepuasan pengguna, diantaranya:
Menangkap Keluhan dan Saran
Sumber informasi memberi kesempatan seluas luasnya kepada pengguna untuk menyampaikan sasran dan keluhan. Misalnya dengan menyediakan kotak saran, kartu komentar, customer hot lines, dan sebagainya. Informasi yang diberikan dapat dijadikan bahan sumber informasi dan memungkinkannya untuk bereaksi secara tanggap dan cepat untuk mengatasi masalah-masalah disampaikan.
Survei Kepuasan pengguna
Penelitian atau survei tentang kepuasan pengguna perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana reaksi atau tanggapan langsung para pengguna terhadap produk/jasa yang disediakan. Penelitian mengenai kepuasan pengguna umumnya dilakukan dengan penelitian survei, baik melalui pos, telepon, maupun wawancara langsung.
Siklus pemrosesan data (data processing cycle) terdiri dari empat langkah, yaitu: input data, penyimpanan data, pemrosesan data, dan output informasi. Pemicu input data biasanya adalah pelaksanaan beberapa aktivitas bisnis. Data tentang tiga sisi tiap aktivitas bisnis yang harus dikumpulkan adalah:
Tiap kegiatan yaing menjadi perhatian
Sumber daya-sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan
Para pelaku yang terlibat di dalam setiap kegiatan
Sebagai contoh, setiap perusahaan akan merasa perlu untuk mengumpulkan data berikut mengenai transaksi penjualan:
Tanggal penjualan
Waktu terjadinya penjualan
Karyawan yang melakukan penjualan
Staf administrasi penjualan yang memproses penjualan tersebut
Kasir tempat penjualan, jumlah penjualan, serta barang yang dijual
Jumlah tiap barang yang dijual
Harga aktual setiap barang yang dijual
Harga yang terdaftar dari tiap barang yang dijual
Diperlukan informasi tambahan untuk penjualan secara kredit, seperti: instruksi khusus pengiriman, alamat penagihan dan pengiriman pelanggan, serta nama pelanggan.
Setiap siklus transaksi secara khusus akan memproses banyak sekali kegiatan secara individual. Akan tetapi, sebagian besar dapat secara relatif dikategorikan ke dalam jenis tertentu yang lebih kecil. Sebagai contoh, di toko retail, umumnya transaksi individual diproses dalam siklus pendapatan (revenue cycle) baik tentang penjualan barang atau jasa ke pelanggan, atau tentang penerimaan tunai dari para pelanggan sebagai pembayaran penjualan tersebut.
Pentingnya pengendalian internal
Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan. Pengendalian intern dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.
Sumber:
http://herbowowisnu.blogspot.com/2011/10/kebutuhan-informasi-dalam-kegiatan.html (diakses pada 22 maret 2020)
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/10/07/fungsi-1-sia-pemrosesan-transaksi-dokumen-dan-prosedur/ (diakses pada 22 maret 2020)
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/10/07/fungsi-kedua-sia-menyediakan-informasi-untuk-pengambilan-keputusan/ (diakses pada 22 maret 2020)
https://www.kompasiana.com/juliansyafikri/565e35e6727a614e048b4575/mempertimbangkan-pengendalian-internal (diakses pada 22 maret 2020)
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (tugas softskill semester 6)
Sistem informasi akuntansi
Apa itu Sistem Informasi Akuntansi?
Sebelum mengetahui apa itu Sistem Informasi Akuntansi (SIA), kita harus mengerti dulu apa itu sistem. Sistem adalah sekelompok unsur/variabel yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai target/tujuan tertentu. Sistem dibuat untuk memudahkan suatu pekerjaan yang dilakukan berulang kali secara rutin.
Setelah mengetahui pengertian sistem, maka apa itu informasi? Informasi adalah data yang didapatkan dari lapangan untuk diolah serta dijadikan dasar kuat untuk pengambilan keputusan.
Dengan informasi yang jelas, kongkrit dan detail maka pengambilan keputusan akan semakin tepat dan cepat. Informasi harus memiliki karakteristik tertentu yaitu relevan, ontime (Tepat Waktu), akurat serta lengkap.
Dari dua pengertian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa sistem informasi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengolah data secara cepat dan akurat. Lalu apa itu sistem informasi akuntansi?
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang sengaja dibuat untuk mempermudah kegiatan/hal-hal yang berkaitan akuntansi. SIA memang memiliki manfaat yang luar biasa, kita bisa menyingkat waktu dan memperbesar keakuratan analisis akuntansi.
Mengapa mempelajari SIA?
Karena Sistem infromasi akuntansi memilki fungsi sebagai berikut:
Mengumpulkan serta menyimpan data aktivitas atau transaksi perusahaan.
Memproses data yang terkumpul menjadi informasi yang bermanfaat saat pengambilan keputusan.
Melakukan kontrol yang efektif dan tepat terhadap aset-aset perusahaan / organisasi.
Meningkatkan kualitas layanan/produk serta meminimalisir biaya produksi / jasa sehingga keuntungan perusahaan meningkat.
Peningkatan efisiensi kerja pada bagian keuangan.
Sharing Knowledge (Alih ilmu) mengalami peningkatan.
Peran SIA dalam Rantai Nilai(Value Chain)
Peran SIA
SIA suatu organisasi memainkan peranan penting dalam membantu organisasi mengadopsi dan mempertahankan posisi strategis. Mencapai kesesuaian yang baik antar aktivitas membutuhkan pengumpulan data tiap aktivitas. Hal lain yang juga penting adalah sistem informasi harus mengumpulkan dan megintegrasikan baik data keuangan maupun non-keuangan dari aktivitas-aktivitas organisasi.
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
Aktivitas Utama
a. Logistik Lingkar dalam
b. Operasi
c. Logistik Lingkar luar
d. Pemasaran dan Penjualan
e. Pelayanan (jasa)
Empat aktivitas pendukung dalam rantai nilai yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif.
Aktivitas Pendukung
a. Infrastruktur Perusahaan
b. Sumber daya manusia
c. Teknologi
d. Pembelian (pengadaan)
SIA dan strategi korporat
Perlu diingat bahwa sistem sering terdiri dari subsistem. Jadi, tiap tahap dalam rantai nilai organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari satu kumpulan berbagai aktivitas. Sebagai contoh, tahap pemasaran dan penjualan melibatkan aktivitas-aktivitas seperti penelitian pasar, menghubungi para pelanggan lewat telepon, memproses pesanan, dan menyetujui kredit. Sebagai tambahan, rantai nilai organisasi itu sendiri adalah suatu bagian dari sistem yang lebih besar. Organisasi berinteraksi dengan para pemasok, distributor, dan pelanggan. Sistem yang diperluas membentuk rantai persediaan (supply chain), dimulai dari bahan mentah pemasok ke pabrik-pabrik, kemudian didistribusikan ke distributor, kemudian ke para pengecer (retailer) dan diterima oleh konsumen.
Bagaimana SIA dapat Menambah Nilai bagi Organisasi?
Model rantai nilai menunjukkan bahwa SIA adalah aktivitas pendukung. Jadi, SIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar kelima aktivitas utama rantai nilai dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. SIA yang dirancang dengan baik dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara :
1. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa
2. Memperbaiki efisiensi
3. Memperbaiki pengambilan keputusan
4. Berbagi pengetahuan
Pengambilan Keputusan
KARAKTERISTIK INFORMASI YANG BERGUNA
Relevan
Informasi itu relevan jika mengurangi ketidakpastian, memperbaiki kemampuan pengambil keputusan untuk membuat prediksi, mengkonfirmasikan atau memperbaiki ekspektasi mereka sebelumnya.
Andal
Informasi itu andal jika bebas dari kesalahan atau penyimpangan dan secara akurat mewakili kejadian atau aktivitas di organisasi.
Lengkap
Informasi itu lengkap jika tidak menghilangkan aspek-aspek penting dari kejadian yang merupakan dasar masalah atau aktivitas-aktivitas yang diukurnya.
Tepat waktu
Informasi itu tepat waktu jika diberikan pada saat yang tepat untuk memungkinkan pengambil keputusan menggunakannya dalam membuat keputusan.
Dapat dipahami
Informasi dapat dipahami jika disajikan dalam bentuk yang dapat dipakai dan jelas.
Dapat diverifikasi
Informasi dapat diverifikasi jika dua orang dengan pengetahuan yang baik bekerja secara independen dan masing-masing akan menghasilkan informasi yang sama.
Strategi dan Posisi Strategis
Michael Porter, berargumentasi bahwa ada dua strategi dasar bisnis yang dapat diikuti oleh perusahaan,yaitu :
1. Strategi diferensiasi produk, memerlukan penambahan beberapa fitur atau pelayanan atas produk Anda yang tidak dapat diberikan oleh para pesaing. Dengan melakukan hal ini, perusahaan akan dapat menetapkan harga premium ke para pelanggannya.
2. Strategi biaya rendah (low-cost) memerlukan perjuangan untuk menjadi penghasil suatu produk atau jasa yang paling efisien.
Porter berargumentasi bahwa perusahaan dengan pilihan terbatas harus memilih sebuah posisi strategis yang ingin mereka adopsi. Porter menggambarkan tiga posisi strategi dasar, yaitu :
1. Posisi strategis berdasar keanekaragaman (variety-based) melibatkan produksi atau penyediaan sebagian dari produk atau jasa dalam industri tertentu.
2. Posisi strategis berdasar kebutuhan (needs-based) melibatkan usaha untuk melayani hampir seluruh kebutuhan dari kelompok pelanggan tertentu.
3. Posisi strategis berdasar akses (access-based) melibatkan sebagian pelanggan yang berbeda dari pelanggan lainnya dalam hal faktor-faktor seperti lokasi geografis atau ukuran.
Sumber:
http://maksi.febulm.ac.id/index.php/info-kampus/artikel-paper-jurnal-akuntansi/item/31-pengertian-sistem-informasi-akuntansi (diakses 18 maret 2020)
http://evanurzanah01.blogspot.com/2016/11/sistem-informasi-akuntansi-sia.html (diakses 18 maret 2020)
http://haikal-rifki.blogspot.com/2011/01/sia-dan-strategi-korporat.html (diakses tgl 18 maret 2018)
Apa itu Sistem Informasi Akuntansi?
Sebelum mengetahui apa itu Sistem Informasi Akuntansi (SIA), kita harus mengerti dulu apa itu sistem. Sistem adalah sekelompok unsur/variabel yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai target/tujuan tertentu. Sistem dibuat untuk memudahkan suatu pekerjaan yang dilakukan berulang kali secara rutin.
Setelah mengetahui pengertian sistem, maka apa itu informasi? Informasi adalah data yang didapatkan dari lapangan untuk diolah serta dijadikan dasar kuat untuk pengambilan keputusan.
Dengan informasi yang jelas, kongkrit dan detail maka pengambilan keputusan akan semakin tepat dan cepat. Informasi harus memiliki karakteristik tertentu yaitu relevan, ontime (Tepat Waktu), akurat serta lengkap.
Dari dua pengertian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa sistem informasi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengolah data secara cepat dan akurat. Lalu apa itu sistem informasi akuntansi?
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang sengaja dibuat untuk mempermudah kegiatan/hal-hal yang berkaitan akuntansi. SIA memang memiliki manfaat yang luar biasa, kita bisa menyingkat waktu dan memperbesar keakuratan analisis akuntansi.
Mengapa mempelajari SIA?
Karena Sistem infromasi akuntansi memilki fungsi sebagai berikut:
Mengumpulkan serta menyimpan data aktivitas atau transaksi perusahaan.
Memproses data yang terkumpul menjadi informasi yang bermanfaat saat pengambilan keputusan.
Melakukan kontrol yang efektif dan tepat terhadap aset-aset perusahaan / organisasi.
Meningkatkan kualitas layanan/produk serta meminimalisir biaya produksi / jasa sehingga keuntungan perusahaan meningkat.
Peningkatan efisiensi kerja pada bagian keuangan.
Sharing Knowledge (Alih ilmu) mengalami peningkatan.
Peran SIA dalam Rantai Nilai(Value Chain)
Peran SIA
SIA suatu organisasi memainkan peranan penting dalam membantu organisasi mengadopsi dan mempertahankan posisi strategis. Mencapai kesesuaian yang baik antar aktivitas membutuhkan pengumpulan data tiap aktivitas. Hal lain yang juga penting adalah sistem informasi harus mengumpulkan dan megintegrasikan baik data keuangan maupun non-keuangan dari aktivitas-aktivitas organisasi.
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
Aktivitas Utama
a. Logistik Lingkar dalam
b. Operasi
c. Logistik Lingkar luar
d. Pemasaran dan Penjualan
e. Pelayanan (jasa)
Empat aktivitas pendukung dalam rantai nilai yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif.
Aktivitas Pendukung
a. Infrastruktur Perusahaan
b. Sumber daya manusia
c. Teknologi
d. Pembelian (pengadaan)
SIA dan strategi korporat
Perlu diingat bahwa sistem sering terdiri dari subsistem. Jadi, tiap tahap dalam rantai nilai organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari satu kumpulan berbagai aktivitas. Sebagai contoh, tahap pemasaran dan penjualan melibatkan aktivitas-aktivitas seperti penelitian pasar, menghubungi para pelanggan lewat telepon, memproses pesanan, dan menyetujui kredit. Sebagai tambahan, rantai nilai organisasi itu sendiri adalah suatu bagian dari sistem yang lebih besar. Organisasi berinteraksi dengan para pemasok, distributor, dan pelanggan. Sistem yang diperluas membentuk rantai persediaan (supply chain), dimulai dari bahan mentah pemasok ke pabrik-pabrik, kemudian didistribusikan ke distributor, kemudian ke para pengecer (retailer) dan diterima oleh konsumen.
Bagaimana SIA dapat Menambah Nilai bagi Organisasi?
Model rantai nilai menunjukkan bahwa SIA adalah aktivitas pendukung. Jadi, SIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar kelima aktivitas utama rantai nilai dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. SIA yang dirancang dengan baik dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara :
1. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa
2. Memperbaiki efisiensi
3. Memperbaiki pengambilan keputusan
4. Berbagi pengetahuan
Pengambilan Keputusan
KARAKTERISTIK INFORMASI YANG BERGUNA
Relevan
Informasi itu relevan jika mengurangi ketidakpastian, memperbaiki kemampuan pengambil keputusan untuk membuat prediksi, mengkonfirmasikan atau memperbaiki ekspektasi mereka sebelumnya.
Andal
Informasi itu andal jika bebas dari kesalahan atau penyimpangan dan secara akurat mewakili kejadian atau aktivitas di organisasi.
Lengkap
Informasi itu lengkap jika tidak menghilangkan aspek-aspek penting dari kejadian yang merupakan dasar masalah atau aktivitas-aktivitas yang diukurnya.
Tepat waktu
Informasi itu tepat waktu jika diberikan pada saat yang tepat untuk memungkinkan pengambil keputusan menggunakannya dalam membuat keputusan.
Dapat dipahami
Informasi dapat dipahami jika disajikan dalam bentuk yang dapat dipakai dan jelas.
Dapat diverifikasi
Informasi dapat diverifikasi jika dua orang dengan pengetahuan yang baik bekerja secara independen dan masing-masing akan menghasilkan informasi yang sama.
Strategi dan Posisi Strategis
Michael Porter, berargumentasi bahwa ada dua strategi dasar bisnis yang dapat diikuti oleh perusahaan,yaitu :
1. Strategi diferensiasi produk, memerlukan penambahan beberapa fitur atau pelayanan atas produk Anda yang tidak dapat diberikan oleh para pesaing. Dengan melakukan hal ini, perusahaan akan dapat menetapkan harga premium ke para pelanggannya.
2. Strategi biaya rendah (low-cost) memerlukan perjuangan untuk menjadi penghasil suatu produk atau jasa yang paling efisien.
Porter berargumentasi bahwa perusahaan dengan pilihan terbatas harus memilih sebuah posisi strategis yang ingin mereka adopsi. Porter menggambarkan tiga posisi strategi dasar, yaitu :
1. Posisi strategis berdasar keanekaragaman (variety-based) melibatkan produksi atau penyediaan sebagian dari produk atau jasa dalam industri tertentu.
2. Posisi strategis berdasar kebutuhan (needs-based) melibatkan usaha untuk melayani hampir seluruh kebutuhan dari kelompok pelanggan tertentu.
3. Posisi strategis berdasar akses (access-based) melibatkan sebagian pelanggan yang berbeda dari pelanggan lainnya dalam hal faktor-faktor seperti lokasi geografis atau ukuran.
Sumber:
http://maksi.febulm.ac.id/index.php/info-kampus/artikel-paper-jurnal-akuntansi/item/31-pengertian-sistem-informasi-akuntansi (diakses 18 maret 2020)
http://evanurzanah01.blogspot.com/2016/11/sistem-informasi-akuntansi-sia.html (diakses 18 maret 2020)
http://haikal-rifki.blogspot.com/2011/01/sia-dan-strategi-korporat.html (diakses tgl 18 maret 2018)
Langganan:
Komentar (Atom)